'Jreeeeng' Euforia Malam Akustik
Setelah mata kita di manjakan dengan liak – liuk gemulai peragaan gadis-gadis batik Kediri, kini tiba saatnya telinga kita yang di hidangi senandung melodydari puluhan peserta dari lomba musik akustik dari berbagai SMP / SMA se-Ekskarisidenan Kediri yang menyuguhkan aransemen terbaik mereka yang telah mereka persiapkan serapi mungkin agar dewan juri dapat terpesona dengan penampilan mereka,
tak kecuali SMAK Santo Agustinus Kediri dengan keistimewaannya dan kemahirannya mengarasemen bukak titik joss sehingga merubah aliran lagu yang awalnya jadut (jaranan dangdut) menjadi nge-Jazz penuh kelembutan dan powerfull. “awalnya sih gak nyangka, kalau mereka mau nyanyi lagu ini. Tapi keren kok mereka, bias buat kaki kekanan dan kekiri.” Ujar Mustika (siswi SMAN 3 Kediri).
tak kecuali SMAK Santo Agustinus Kediri dengan keistimewaannya dan kemahirannya mengarasemen bukak titik joss sehingga merubah aliran lagu yang awalnya jadut (jaranan dangdut) menjadi nge-Jazz penuh kelembutan dan powerfull. “awalnya sih gak nyangka, kalau mereka mau nyanyi lagu ini. Tapi keren kok mereka, bias buat kaki kekanan dan kekiri.” Ujar Mustika (siswi SMAN 3 Kediri).
Selain dari SMAK Santo Agustinus masih banyak lagi penampilan dari SMP / SMA yang lainnya. Instumen musik yang digunakan juga beragam, mulai dari kendang ningga cello klasik, sebuah maha karya agung acara yang satu ini karena diperkembangan jaman moderenisasi dan elektonisasi ini masih tumbuh subur karya-karya musik anak bangsa yang masih mengunakan instrument non electric dan hasilnyapun sangat membanggakan.
Dan malam ini peserta dan pengujung school contest dihibur penampilan dari peserta lomba musik akustik hingga akhir acara. Semakin malam bukannya mengantuk tapi bertambah semangat karena dendangan lagu yang terdengar di IKCC.



